Share

Suara Nusantara dan Tantangan Literasi: Mengapa Anak Perlu Belajar Bercerita?

Bogor – Literasi sering kali dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak cukup hanya mampu membaca informasi.

Dia juga harus mampu memahami, mengolah, menilai, dan menyampaikan kembali informasi tersebut, di titik inilah storytelling memiliki peran. Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 di Jawa Barat menjadi salah satu ruang untuk melatih kemampuan tersebut.

Sebanyak 1.120 peserta dari 16 kabupaten dan kota mengikuti proses seleksi, sebelum akhirnya 40 peserta terbaik melaju ke semifinal dan 20 peserta tampil di babak final.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyebut kegiatan mendongeng dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan daya nalar, daya kritis, kemampuan bertutur, sekaligus apresiasi terhadap bahasa daerah.

Ada alasan mengapa Suara Nusantara memilih cerita rakyat sebagai materi utama. Cerita rakyat tidak hanya mengandung unsur hiburan, di dalamnya terdapat nilai moral, sejarah, identitas, dan kearifan lokal.

Ketika anak-anak membawakan cerita rakyat Jawa Barat, mereka tidak hanya belajar tentang tokoh dan alur cerita. Mereka juga berinteraksi dengan budaya yang melahirkan cerita tersebut.

Menurut Cahaya Manthovani, inilah yang membuat storytelling tetap relevan di tengah perkembangan teknologi. Cerita rakyat dapat menjadi materi lama yang disampaikan dengan cara baru.

Kemampuan bertutur juga berkaitan dengan keberanian. Seorang anak yang terbiasa menyampaikan cerita akan belajar mengorganisasi pikirannya sebelum berbicara.
Karena itu, storytelling bukan hanya tentang bagaimana seorang anak bercerita. Lebih jauh, storytelling adalah tentang bagaimana seorang anak menemukan dan menyampaikan suaranya sendiri.

Inilah yang membuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan penyelenggara menjadi penting. Sebab membangun generasi yang literat bukan pekerjaan satu pihak.

Cahaya Manthovani, Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026, Reda Manthovani, Suara Nusantara, Suara Nusantara 2026