Share

Menggerakkan Generasi dan Budaya: Visi Inklusif Cahaya Manthovani untuk Indonesia

Jakarta – Hari Kartini bukan hanya tentang perempuan, tetapi juga tentang masa depan. Dalam konteks ini, Cahaya Manthovani tampil sebagai sosok yang menggerakkan generasi muda menuju Indonesia yang lebih inklusif.

Di usia 20-an, ia telah memimpin gerakan sosial yang berfokus pada inklusi dan pemberdayaan kelompok rentan. Ia percaya masa depan bangsa ditentukan oleh sejauh mana semua pihak, tanpa terkecuali mendapat ruang yang sama.

“Saya percaya lintas disiplin adalah kekuatan,” ujarnya, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan perubahan.

Tak hanya di ranah sosial, Cahaya juga aktif menghidupkan nilai budaya dan kebersamaan. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan, mulai dari pelestarian budaya hingga perayaan lintas komunitas menjadi bukti bahwa inklusi tidak hanya soal akses, tetapi juga tentang rasa memiliki.

Pengakuan atas kiprahnya datang melalui penghargaan Puspa Nawasena, kategori yang ditujukan bagi perempuan muda yang membawa harapan masa depan Indonesia.

Dalam semangat Kartini, Cahaya menghadirkan wajah baru emansipasi: perempuan yang tidak hanya memperjuangkan kesetaraan, tetapi juga membangun ekosistem yang memberi ruang bagi semua untuk tumbuh.

 

Cahaya Manthovani