Share

Dari Keraguan Menuju Pengakuan: Perjalanan Cahaya Manthovani yang Dibangun dengan Konsistensi

Jakarta – Kesuksesan tidak selalu lahir dari jalan yang mulus. Di balik berbagai peran dan pencapaian yang diraih saat ini, perjalanan Cahaya Manthovani juga diwarnai keraguan, ekspektasi, dan tidak sedikit penilaian yang meragukan kemampuannya.

Namun bagi Cahaya, setiap komentar dan keraguan tidak pernah menjadi alasan untuk berhenti. Sebaliknya, semuanya justru menjadi bagian dari proses yang membentuk dirinya hingga hari ini.

Sejak kecil, Cahaya mengaku lebih nyaman berada di balik layar. Ia tumbuh sebagai pribadi yang pemalu dan tidak pernah membayangkan akan berada di garis depan, memimpin berbagai kegiatan, berbicara di hadapan publik, maupun mengemban tanggung jawab yang besar.

“People say, you’ve changed so much. I didn’t change. I just finally started showing up as myself,” tulis Cahaya dalam salah satu refleksi pribadinya.

Perjalanan itu tentu tidak dibangun dalam semalam. Ia pernah mengalami rasa tidak percaya diri, belajar dengan caranya sendiri, hingga harus melewati berbagai tantangan yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.

Meski demikian, Cahaya memilih untuk terus hadir dan melangkah. Prinsip tersebut kemudian tercermin dalam berbagai amanah yang dipercayakan kepadanya.

Sebagai Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), ia aktif mendorong berbagai program yang bertujuan menghadirkan ruang yang lebih inklusif bagi masyarakat. Bersama tim, ia turut menginisiasi berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan yang melibatkan banyak pihak.

Di bidang industri kreatif, Cahaya dipercaya sebagai Managing Director Navaswara. Melalui peran tersebut, ia bersama tim berhasil menghadirkan berbagai kegiatan berskala nasional yang menggabungkan unsur kreativitas, budaya, olahraga, dan pemberdayaan masyarakat.

Tak hanya itu, kiprah Cahaya juga membawanya aktif di berbagai forum, serta terlibat dalam sejumlah gerakan yang mengedepankan kolaborasi dan dampak sosial.

Namun bagi Cahaya, pencapaian bukanlah tentang membuktikan sesuatu kepada orang lain. Ia justru lebih percaya, waktu dan konsistensi akan berbicara dengan sendirinya.

Nasihat sederhana dari sang ayah, Prof. Dr. Reda Manthovani, menjadi pegangan yang selalu diingatnya hingga kini. “Start, even if it feels small. Even if it feels meaningless.”

Pesan itu mengajarkannya tidak ada langkah yang terlalu kecil selama seseorang terus bergerak maju.

“Confidence isn’t something you’re born with. It’s something you build through repetition, through showing up, through doing it scared,” tulisnya.

Kini, di tengah berbagai peran yang dijalaninya, Cahaya tetap memandang dirinya sebagai seseorang yang masih terus belajar dan bertumbuh.

Baginya, keberhasilan bukanlah tentang mencapai titik tertentu, melainkan tentang keberanian untuk terus melangkah, bahkan ketika tidak semua orang percaya. Karena pada akhirnya, tidak semua keraguan harus dijawab dengan kata-kata.

Terkadang, konsistensi, kerja keras, dan ketulusan dalam menjalani proses adalah jawaban terbaik. Seperti yang ia yakini selama ini, kepercayaan diri bukanlah sesuatu yang diberikan begitu saja.

Ia dibangun, sedikit demi sedikit, melalui keberanian untuk tetap hadir dan menjadi diri sendiri.

Cahaya Manthovani