Share

Dari Aksi ke Dampak: Cahaya Manthovani dan Gerakan Inklusi Berkelanjutan

Jakarta – Perjalanan Cahaya Manthovani tidak berhenti pada langkah awal di dunia sosial. Justru dari situlah gerakan yang lebih besar mulai terbentuk, gerakan yang menghubungkan berbagai sektor untuk menciptakan dampak berkelanjutan.

Sebagai Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya tidak hanya fokus pada program, tetapi juga membangun ekosistem. Ia memahami perubahan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Salah satu inisiatif yang menjadi perhatian adalah program makan bergizi gratis bagi anak berkebutuhan khusus. Program ini tidak hanya menjawab kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi fondasi bagi tumbuh kembang yang lebih optimal.

Dalam implementasinya, Cahaya menggandeng berbagai mitra strategis, termasuk Grab dan OVO, untuk memastikan program berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

“Hal sederhana seperti makanan bergizi bisa menjadi fondasi penting bagi masa depan anak-anak,” ujarnya.

Selain itu, ia juga memperluas gerakan ke ranah budaya melalui inisiatif Suara Nusantara. Baginya, inklusi tidak hanya soal akses sosial dan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga identitas dan membangun karakter generasi muda.

Melalui storytelling, anak-anak diajak mengenal nilai-nilai kehidupan sekaligus mencintai budaya mereka sendiri. Pendekatan ini menunjukkan bahwa inklusi bisa hadir dalam berbagai bentuk—tidak terbatas pada satu sektor.

Perjalanan ini tentu tidak lepas dari tantangan. Namun bagi Cahaya, setiap tantangan justru menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Atas dedikasinya, ia menerima berbagai apresiasi, termasuk penghargaan Puspa Nawasena. Meski demikian, ia tetap melihat pencapaian tersebut sebagai motivasi untuk terus melangkah.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa terus memberi manfaat.”

Kini, perjalanan itu masih terus berlanjut. Dengan visi membangun Indonesia yang lebih inklusif, Cahaya Manthovani tidak hanya bergerak sendiri, tetapi mengajak banyak pihak untuk terlibat dalam perubahan.

Karena pada akhirnya, perubahan besar tidak datang dari satu langkah besar, melainkan dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Cahaya Manthovani, Grab-OVO