Share

Cahaya Manthovani: Your Voice Matters di Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026

Anak-anak Indonesia tumbuh dari cerita. Dari dongeng yang dituturkan di ruang keluarga hingga kisah-kisah personal yang lahir dari realitas sosial hari ini, cerita menjadi medium penting untuk menjaga identitas, membangun empati, dan menyuarakan keberagaman.

Semangat inilah yang melatarbelakangi hadirnya Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026, yang akan digelar di Aula Pendopo Gubernur Banten, Jl. Syech Nawawi Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang pada 16–17 Mei 2026.

Festival ini dirancang sebagai ruang inklusif bagi para pendongeng, kreator, pelajar, mahasiswa, dan komunitas untuk saling berbagi kisah. Pada tahun lalu juga digelar Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara 2025 di Gedung A Lantai 3 Kemendikdasmen RI, Jakarta.

Bukan sekadar perayaan seni tutur, Suara Nusantara menjadi panggung untuk kembali menggaungkan kisah-kisah tradisional di Tanah Air, seperti Legenda Gunung Pinang, Timun Mas, Malin Kundang, ataupun dongeng yang melegenda lainnya. Event itu sekaligus menjadi wadah bertemunya tradisi dan perspektif generasi baru.

Ketua Pelaksana Festival Mendongeng Suara Nusantara, Cahaya Manthovani, menegaskan festival ini lahir dari proses dialog dan kolaborasi yang berkelanjutan. Sejak awal, penyelenggaraan Suara Nusantara dibangun melalui komunikasi lintas pihak, termasuk dengan pemerintah daerah.

“Pada November 2025, saya dan tim Navaswara berkesempatan bertemu dengan Gubernur Banten, Pak Andra Soni, untuk berdiskusi potensi kolaborasi untuk Festival Suara Nusantara. Kemarin, kami kembali untuk audiensi lanjutan, melanjutkan diskusi, bertukar ide, dan mematangkan langkah ke depan bersama,” ujar Cahaya Manthovani.

Audiensi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan Festival Mendongeng Suara Nusantara tidak hanya hadir sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai gerakan budaya yang berkelanjutan.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu memperluas dampak festival, sekaligus menghadirkan ruang aman dan bermakna bagi tumbuhnya kreativitas berbasis cerita.

Festival ini juga membuka kesempatan luas bagi publik untuk terlibat secara aktif. Pendaftaran peserta akan dibuka pada Maret 2026, memberikan waktu bagi calon peserta untuk menyiapkan cerita terbaik mereka.

“Calling all storytellers, creatives, students, and communities! Pendaftaran Suara Nusantara dibuka bulan Maret, dengan festival berlangsung di Mei. Yuk, mulai siapkan cerita terbaikmu! Your voice matters,” lanjut Cahaya.

Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026 diharapkan menjadi ruang temu yang mempertemukan berbagai latar belakang, gagasan, dan sudut pandang. Di sinilah dongeng tidak hanya diceritakan, tetapi juga dirayakan sebagai kekuatan yang mampu menyatukan dan menginspirasi.

 

Cahaya Manthovani, Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026