Kehadiran langsung Deputy Chef de Mission (CdM) Indonesia, Cahaya Manthovani, menjadi suntikan motivasi besar bagi para atlet muda Tanah Air yang berlaga di Asian Youth Para Games 2025 Dubai pada 10 sampai 14 Desember 2025.
Salah satu momen paling emosional terjadi saat Cahaya memberi dukungan penuh kepada Afghanie As Sakha Hindarsah yang berlaga di cabang olahraga bulutangkis. Afghanie tampil impresif dan sukses mempersembahkan medali emas nomor tunggal putra.
Selain meraih emas, Afghanie juga sukses mendapatkan medali perak di nomor ganda campuran serta medali perunggu di sektor ganda. Cahaya mengaku larut dalam atmosfer pertandingan saat menyaksikan langsung perjuangan Afghanie di lapangan.
“Semangat dari tim dan juga teman-teman badminton, itu menyemangati Afghanie. Dukungan itu sangat terbayarkan dan sangat luar biasa. Saya benar-benar teriak sampai suara saya habis,” ujar Cahaya.
Tak hanya bulutangkis, dukungan Cahaya juga berlanjut ke cabang lain. Ia menyaksikan langsung penampilan Intan Cahaya Putri dan Davinca yang tampil dominan dan sukses meraih medali emas bagi Indonesia.
Pada klasemen akhir perolehan medali, kontingen Indonesia finis di peringkat kelima dengan total 59 medali, terdiri atas 23 medali emas dan perak, serta 13 medali perunggu. Sementara itu, Uzbekistan keluar sebagai juara umum dengan raihan 99 emas, 57 perak, dan 41 perunggu.
Kehadiran Cahaya di arena pertandingan menjadi bukti dukungan moral dari ofisial memiliki peran penting dalam membakar semangat juang atlet muda Indonesia di level internasional.
