Share

Cahaya Manthovani: Memimpin dengan Empati, Menggerakkan dengan Aksi

Jakarta – Tidak semua orang memilih jalan yang penuh ketidakpastian—terlebih ketika pilihan aman sudah terbentang di depan. Namun bagi Cahaya Manthovani, justru di sanalah makna perjalanan dimulai.

Latar belakang pendidikannya di bidang arsitektur tidak membatasi langkahnya. Ia justru melangkah lebih jauh, memasuki dunia sosial yang menuntut keberanian, ketulusan, dan konsistensi.

Sebagai seorang sociopreneur sekaligus Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya dikenal bukan hanya karena gagasannya, tetapi karena keberaniannya untuk turun langsung ke lapangan.

Ia tidak menunggu perubahan terjadi, tetapi menciptakannya. Mulai dari program pemberdayaan hingga aksi sosial untuk penyandang disabilitas, setiap langkahnya berangkat dari satu hal sederhana: empati.

Baginya, membantu masyarakat bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan panggilan hidup. “Makna dari apa yang saya lakukan bukan hanya memberi, tapi membangun empati dan solidaritas,” ungkapnya.

Empati inilah yang menjadi karakter paling kuat dalam kepemimpinannya. Ia melihat potensi di balik setiap keterbatasan, bahkan ketika orang lain melihat sebaliknya.

“Banyak orang melihat anak-anak ini sebagai beban, tapi saya justru melihat potensi yang belum diberi ruang,” ujarnya.

Cahaya Manthovani, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa