Jakarta – InklusiLand menjadi wujud nyata dari gagasan Cahaya Manthovani, Ketua Pelaksana Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa untuk menciptakan ruang publik yang ramah, setara, dan merayakan keberagaman kemampuan.
Festival yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD) ini bertujuan memperkuat gerakan inklusi di Indonesia melalui pengalaman belajar dan berinteraksi yang menyenangkan bagi semua orang.
“Bagi saya, inklusi tumbuh ketika kita saling memberi ruang dan menguatkan satu sama lain,” ujar Cahaya.
Semangat itu menjadi landasan setiap detail InklusiLand, dari desain enam zona utama hingga program kegiatan yang memfasilitasi interaksi bebas, aman, dan setara antarpengunjung.
Acara dimulai dengan Fun Walk, kegiatan pembuka yang membawa energi positif dan kebersamaan dari seluruh peserta. Pengalaman peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun lalu menjadi titik balik penting, ketika Cahaya dan timnya melihat langsung betapa kuat dampak yang muncul ketika masyarakat diberi ruang untuk berpartisipasi secara aktif.
Dari situ lahirlah gagasan InklusiLand sebuah festival publik yang bukan sekadar hiburan, tetapi ruang bertumbuh, belajar, dan berbagi bagi semua.
Tahun ini, festival juga menghadirkan Anugerah Inklusi Pelita Bangsa, penghargaan bagi empat individu inspiratif yang telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat gerakan inklusi.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi bagi mereka yang dengan ketekunan membangun perubahan nyata dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas,” tambah Cahaya.
Festival ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan berbagai pihak. Cahaya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada relawan, komunitas, keluarga penyandang disabilitas, mitra lembaga, dan sektor swasta, yang bersama-sama menjadikan InklusiLand sebuah pengalaman yang bermakna.
“Perjalanan inklusi adalah hasil kerja bersama. Kami bangga bisa melangkah bersama Anda semua,” ujarnya.
Selain merayakan keberagaman, Cahaya juga menyampaikan kepedulian kemanusiaan: “Kami turut berduka atas musibah banjir dan tanah longsor yang menimpa saudara-saudari kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Semoga para korban diberi kekuatan dan pemulihan yang segera.”
Dengan semangat kolaborasi dan aksi nyata, InklusiLand menjadi lebih dari sekadar festival. Ini adalah ruang harapan, ruang belajar, dan ruang bertumbuh bagi semua—sebuah simbol bahwa inklusi bukan hanya konsep, tapi pengalaman nyata yang bisa dinikmati dan diperkuat oleh setiap orang.
