Jakarta – Kesuksesan Cahaya Manthovani di industri kreatif tidak datang secara instan. Di balik sederet event nasional dan penghargaan bergengsi yang diraihnya, ada proses panjang, kerja keras, dan tantangan yang harus dihadapi.
Sebagai perempuan muda yang memimpin banyak proyek besar, Cahaya mengaku kerap diremehkan karena penampilannya yang dianggap terlalu muda.
“Tantangan terbesar adalah first impression orang-orang terhadap saya. Sebagai perempuan dengan wajah yang terlihat sangat lebih muda dari umur saya, semua orang selalu mengira saya bocah SMP, SMA, atau kuliah,” ungkap Cahaya.
Namun, ia memilih untuk tidak terpancing penilaian tersebut dan menjadikannya sebagai kekuatan.
“Dengan berjalan waktu, mereka akan mengungkapkan intensi di belakang, dan saat itulah saya mulai memperlihatkan ketegasan, ketelitian, tegak lurus dan komitmen terhadap misi dan tujuan pekerjaan saya menuju kesuksesan,” katanya.
Kini, Cahaya dikenal sebagai sosok di balik berbagai event nasional seperti Suara Nusantara, Inklusiland, hingga Jaga Desa Awards.
Baginya, setiap event harus memiliki pesan dan dampak yang jelas bagi masyarakat.
“Contoh, Suara Nusantara. Saya menginisiasi acara ini karena melihat semua orang kebanyakan sibuk bermain dengan gadgetnya sendiri. Ketika diminta untuk presentasi atau bersosialisasi, lebih banyak yang mundur atau gugup,” ujar Cahaya.
Lewat event tersebut, ia ingin menghadirkan cara menyenangkan untuk membangun kepercayaan diri sekaligus melestarikan budaya Indonesia.
“Peserta wajib membaca dan memahami cerita-cerita rakyat di daerah Indonesia. Efek dari event ini bukan saja melestarikan cerita rakyat, tetapi juga meningkatkan percaya diri dan pengalaman para peserta,” lanjutnya.
Di tengah kesibukannya memimpin berbagai proyek, Cahaya juga terus mendorong anak muda untuk tidak berhenti belajar dan membangun kapasitas diri.
“Menjadi entrepreneur bukan sesuatu hal yang bisa dibangun secara instan. Perlu waktu dan ketekunan yang lama. Kuncinya adalah percaya diri dan konsistensi terhadap perkembangan diri,” tutup Cahaya.
