Jakarta – Bagi Cahaya Manthovani, kreativitas tidak cukup hanya menghadirkan kemeriahan. Kreativitas juga harus mampu menciptakan dampak sosial yang nyata.
Melalui berbagai program dan event yang digagas bersama PT Navaswara Bhuwana Kencana serta Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya aktif mendorong isu inklusivitas agar lebih dekat dengan masyarakat luas.
Salah satu program yang menjadi perhatian publik adalah Makanan Bergizi Gratis-Swasta untuk sekolah khusus/disabilitas di Provinsi Banten. Program tersebut melibatkan 12 UMKM dan menjangkau lebih dari 2.200 penerima manfaat.
Tak hanya itu, Cahaya juga menjadi sosok di balik penyelenggaraan Inklusiland yang digelar dalam rangka Hari Disabilitas Internasional.
Acara tersebut menghadirkan ruang inklusif yang mempertemukan komunitas, keluarga, pelaku kreatif, hingga publik umum dalam satu ruang kolaboratif.
Bagi Cahaya, keberhasilan sebuah gerakan sosial tidak bisa dibangun sendirian.
“Kita hidup di dunia ini bersama individu lainnya. Peradaban dunia tidak akan berubah tanpa kerja sama dengan sesama,” ujar Cahaya.
Ia percaya kolaborasi menjadi kunci utama untuk menciptakan dampak yang lebih luas di masyarakat.
“Setiap event yang saya buat, hanya dengan posting di sosial media saja belum cukup. Perlu ada kerja sama dengan sektor lain. Ini ditujukan untuk mencapai audience baru,” lanjutnya.
Menurut Cahaya, Indonesia memiliki potensi luar biasa karena dipenuhi banyak individu kompeten dari berbagai bidang.
“Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi paling banyak di dunia. Beragam isinya, dan juga banyak sekali orang-orang kompeten di bidangnya masing-masing. Saya selalu membuka diri untuk belajar dengan berkolaborasi bersama,” katanya.
Pendekatan humanis dan kolaboratif tersebut membuat berbagai program yang dipimpinnya terasa lebih relevan dan memiliki dampak jangka panjang.
