Serang – Navaswara terus memperluas gerakan literasi budaya lewat Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026. Setelah sukses menggelar edisi perdana di Jakarta tahun lalu, perusahaan kreatif yang dipimpin Cahaya Manthovani itu kini membawa program tersebut ke Banten sebagai langkah awal ekspansi ke berbagai daerah di Indonesia.
Babak final Suara Nusantara Banten 2026 berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Minggu (17/5/2026). Ajang tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kategori, mulai tingkat sekolah dasar hingga umum.
Menurut Cahaya, pemilihan Banten bukan hanya pertimbangan geografis karena dekat dengan Jakarta, tetapi juga karena besarnya potensi peserta di wilayah tersebut.
“Melalui Suara Nusantara, saya melihat potensi luar biasa dari anak-anak hingga peserta umum di Banten. Antusiasme mereka bahkan melampaui ekspektasi kami,” ujar Cahaya.
Dia menilai para peserta tampil dengan persiapan matang. Tidak hanya menguasai cerita, mereka juga mampu mengatur intonasi, ekspresi, hingga penggunaan kostum dan properti untuk menghidupkan penampilan.
Bagi Cahaya, storytelling bukan sekadar hiburan. Kegiatan tersebut menjadi sarana penting membangun karakter, melatih keberanian berbicara, sekaligus meningkatkan kemampuan literasi.
“Mendongeng melatih kita membaca, memahami, menghafal, dan menyampaikan cerita dengan bahasa Indonesia yang baik. Semakin sering berlatih, rasa percaya diri juga semakin tumbuh,” katanya.
Ke depan, Suara Nusantara diproyeksikan menjadi agenda rutin nasional. Setelah Banten, Navaswara telah menyiapkan Jawa Barat sebagai lokasi berikutnya.
“Suara Nusantara akan terus berjalan. Kami juga terbuka terhadap masukan masyarakat mengenai daerah lain yang ingin menjadi tuan rumah,” tutur Cahaya.
Didukung berbagai mitra strategis seperti Bank Negara Indonesia, PLN, Astra International, Bank Indonesia, Frisian Flag Indonesia, dan Mayora Indah, festival ini diharapkan berkembang menjadi gerakan nasional yang menjaga warisan budaya Indonesia tetap relevan di tengah generasi muda.
