Jakarta – Salah satu sisi menarik dari perjalanan Cahaya Manthovani adalah perhatiannya terhadap budaya, khususnya melalui inisiatif Suara Nusantara.
Baginya, inklusi tidak hanya soal akses sosial, tetapi juga tentang menjaga identitas bangsa. Melalui festival storytelling ini, ia menghidupkan kembali tradisi mendongeng yang mulai terlupakan.
Namun lebih dari itu, ia melihat storytelling sebagai alat untuk membangun karakter generasi muda.
“Lewat mendongeng, anak-anak diajak menyelami kisah bangsa dan mencintai budayanya,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Cahaya tidak melihat isu sosial secara sempit. Ia menghubungkan inklusi, pendidikan, dan budaya dalam satu ekosistem yang saling memperkuat.
Baginya, membangun masa depan tidak cukup dengan inovasi, tetapi juga harus berakar pada nilai-nilai yang diwariskan.
