Share

Menjelajahi 6 Zona Inklusif InklusiLand

Tangerang, Indonesia – InklusiLand 2025 menghadirkan enam zona interaktif yang dirancang untuk memberi pengalaman inklusif, edukatif, dan menyenangkan bagi pengunjung.

Zona Lestari Para-Juara menampilkan olahraga adaptif, Mini Boccia Family Relay, serta Para-Athlete Story Corner yang menghadirkan kisah inspiratif atlet difabel.

“Di zona ini, pengunjung bisa memahami dunia para atlet dengan cara yang menyenangkan sekaligus inspiratif,” ujar Cahaya Manthovani.

Zona Ekspresi Lestari mengajak masyarakat mengubah limbah menjadi kreativitas melalui aktivitas upcycle, sedangkan Zona Lestari Hijau menekankan pentingnya memilah sampah dan menanam untuk keberlanjutan lingkungan.

Zona Wirausaha Sirkular menghadirkan pasar UMKM inklusif, edukasi kategori sampah, dan area FnB, sehingga transaksi mendukung ekonomi sirkular sekaligus memberdayakan pelaku usaha difabel.

“Setiap interaksi di zona ini adalah dukungan nyata bagi pelaku usaha difabel. Inklusi harus hadir dalam setiap aspek kehidupan, termasuk ekonomi,” tambah Cahaya.

Zona Inspirasi Lestari menampilkan photobooth AI yang memvisualisasikan cita-cita peserta, sementara Zona Lestari Pelita Bangsa adalah arena keluarga dengan Sudut Konsultasi, Arena Bermain, Cap Paspor, dan Medali Kenangan sebagai simbol “You are part of the movement.”

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tapi ruang belajar, bertumbuh, dan membangun rasa percaya diri bagi semua yang hadir,” tutup Cahaya.

Artikel 4: Mengenal 4 Sosok Inspiratif Penerima Anugerah Inklusi Pelita Bangsa

Sebagai bagian dari puncak acara, InklusiLand 2025 menghadirkan Anugerah Inklusi Pelita Bangsa, penghargaan bagi individu yang memberikan dampak nyata dalam gerakan inklusi.

Keempat penerima penghargaan:

  • Prof. Dr. Ali Muktiyanto – Rektor Universitas Terbuka (2025–2030)
    Membuka akses pendidikan tinggi yang inklusif, menyesuaikan layanan UT bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.
  • Dr. Fauzi – Dosen Tuli & Pelaku Seni Fotografi
    Mengubah keterbatasan komunikasi menjadi kekuatan pedagogis melalui visual dan inovasi teknologi.
  • Rina Jayani – Founder Aluna Montessori
    Mendirikan sekolah yang memberikan ruang belajar nyaman bagi anak berkebutuhan khusus.
  • Putri Ariani – Penyanyi & Penulis Lagu Internasional
    Mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional dan membawa representasi positif penyandang disabilitas.

“Keempat sosok ini menunjukkan bahwa setiap langkah kecil untuk membuka akses dan kesempatan bisa memberi dampak besar. Mereka adalah inspirasi bagi gerakan inklusi Indonesia,” kata Cahaya.

Cahaya Manthovani, InklusiLand